BLOG DAN PUISI

PUISI TERLARANG DARI LABIRIN JIWA PALING RAHASIA

jiwa yang berbicara... tulisan mengabadikannya.... blog menyampaikannya.....



satu dan seterusnya (7)

waktu skrg menunjukkan kurang 9 menit jam 03.00 masih hari sabtu, 16 kosong satu 2010...hehe jadi keenakan belajar nulis...

7.
tema kali ini... The Power of Sekarat..??
klo buku Jaya Setiabudi bilang The Power of Kepepet... maka klo untuk saya, lebih baik kata Kepepetnya di ganti dengan kata Sekarat...soalnya klo masih kepepet... biasanya saya slalu gunakan kata ah... bisa di tawar koq... maksudnya, klo butuh di bayar 2 juta... yah, coba2 tawar jadi 1 juta deh... atau kalo deadline-nya 1 minggu... ah, minta di undur aja deh, jadi 7 hari... makanya saya ganti jadi Sekarat Aja.... maksudnya gini, klo di kasih sekarat kan, brarti harus.... harus... harus dan harus... daripada mati, hayo..!!!

seru juga baca buku The Power of Kepepet ya... inti dari kehidupan menurut saya adalah "TINDAKAN"... nah bagian per bagian dalam buku itu, menyuruh kita untuk BERTINDAK... dan bagian paling seru dalam buku itu adalah membahas habis tentang bagaimana mengakali supaya kita bisa bertindak lebih cepat, bagaimana bereaksi dalam keadaan normal dan reaksi itu rasanya dalam keadaan kepepet... ***makna kepepet disini adalah dalam keadaan sangat terpaksa harus di lakukan..., tidak ada pilihan lain, kecuali LAKUKAN***... nah pada saat itu kan, kekuatan otot dan otak kita meningkat beberapa kali lipat dibanding keadaan normal.... keadaan itulah yang kita gunakan dalam keadaan normal.... tentunya untuk tujuan yang MULIA..

nah sebagai praktek dari buku itu... kebetulan sudah lama sy mau memindahkan (barang-barang pribadi) dari RENSWA... makanya kudu nyari kost2an... nah tadi, kebetulan duit cuma adanya 100rb doank... makanya langsung nyari kost2an aja... masalah bayaran ntarlah... setelah 3 jam mutar2 dari banta2eng - rappocini - faisal - landak - banta2eng - rappocini, alhamdulillah akhirnya dapat juga... nah pada saat mo di bayar, (kostnya 350 sebulan) gw bilang aja, di DP dulu ya... ntar seminggu lagi baru di tambah, tapi ntar malam gw dah bawa barang2 gw.... bisa kan cez...??? "iye' silahkan".... waduh... BUKU itu memang KEBELET....!!!

masih byk sebenarnya mau saya bahas, tapi lupa... makanya sekian dulu di no. 7...

satu dan seterusnya (6)

nah.... malam tadi tidur jam 1.00, terbangun jam 04,50...
pas bangun, si Ulla (my cousin) masih asik aja maen FB (maklum lagi dapat hotspot gratisan) dan daripada tidur lagi, mendingan gw ikutan nonton doi, palagi doi maen poker kayakx (chipsx cuma 17.000 hihihihi)... waktupun berlalu, nah saatnya kluar nyari makan deh...(06.10)
Biz mutar2 akhirnya dapat tempat makan juga...

6.
di tempat makan ini, sebuah kesederhanaan dari seorang Bapak Tua bersama Istrinya, dan seorang anak SD berpakaian pramuka... di sini, terlihat jelas raut2 bahagia dari mereka, di tambah raut2 segar pengunjung yg datang pagi kmenyicipi masakan (nasi kuning, kue-kue hangat, kopi/susu/teh panas)... *kali ini aku juga lagi segar, tp Ulla kykx mulai ngantuk tuh** "Bangun Pagi" itu mungkin tema no. 6 ini... terlintas kata seorang H. Kalla (Pebisnis Makassar, yg saking suksesnya, usahanya yang hanya di mulai dari ikut sebagai karyawan pada pedagang sarung, > menjual sarungnya sendiri, > beli truk sbg alat transportasi, > bangun show room toyota, >dst, sampai akhirnya mampu mendirikan sebuah imperium bisnis, dan anakx malah menjadi [wapres]...wow..!!)nah dari H. Kalla ini, hanya 2 pesan utama sebelum meninggal... 1) bangun pagi jangan kalah cepat sama ayam, dan 2) jangan beristri dua orang... *pesan yg kedua, ntar di nomor selanjutnya baru kita bahas*.. iya ternyata bangun pagi itu (menurutku) adalah salah satu kiat untuk SUKSES...
dan di warung ini, orang2 dgn raut segar dan senyum manis... mulai menyongsong sukses mereka hari ini, tapi pertanyaannya, "koq tampang mereka ga ada yg wajah2 eksekutif gitu ya?".. lah, kan suksesnya seseorang berbeda2... relatif... tergantung cara memandang sukses itu, (dan tentunya tergantung bagaimana kita bermimpi dan apa impiannya, plus keyakinan kita)...
nah kalo org2 di warung ini menganggap bahwa suksesnya mereka adalah dapat uang Rp 50rb pada hari ini sudah sukses... brarti saat mendapatkan uang tersebut atau lebih sedikit, brarti bagi mereka sudah sukses, tapi blum tentu sukses buat saya misalnya... soalnya buat saya, sukses kalo bisa dapat pinjaman Rp 80 juta pada hari ini... nah, ini sudah sukses buat saya, tapi blum tentu sukses buat Tung Desem Waringin, soalnya bliau mungkin sukses klo hari ini dapat 10 Milyar....
dan oia, tema "bangun pagi" ya...
semua ikhtiar, rencana, usaha hari ini... memang idealnya di mulai dengan bangun lebih pagi, ibadah di tambah DOA untuk semua sukses hari ini... truz "membereskan" diri sendiri (mulai bersihkan tempat tidur, kumpulin baju kotor, truz mandi, mencuci setrika [bagi yg msh bujang, & tdk punya uang utk laundry]) Dan tentunya, silahkan buka apa saja catatan (baik tertulis atau sudah tersusun dalam inagatan) yang sudah kita susun semalam, 5 menit sebelum tertidur...... ada kan yg kita rencanakan tadi malam sebelum tidur..???
Dengan Awal yang benar di pagi hari... [disertai Do'a] maka bisa saya yakinkan... "sukses apapun yg ingin kita capai hari ini, pasti lebih mudah tercapai...." bukankah... Sukses di mulai dengan cara yang benar..??? memulai dengan benar disini maksudnya bukan hanya semata (benar) saat dan dari peletakan batu pertamanya, tapi benar caranya berniat, benar caranya memilih rencana, benar caranya mengkonstruksi kegiatan, benar caranya memilih (batu pertama seperti apa yang di letakkan saat peletakan batu pertama)... dan untuk urusan itu, maka bangun pagi, adalah salah satu cara yang benar......
lakukan dan liat apa perbedaannya untuk yang sering bangun telat..!!! :-)
bagaimana menurut anda..???

truz apa konsekwensi dengan bangun siang? atau bangun sore.... kebetulan saya "selalu" bangun begitu.... nah pada saat bangun, yang ada langsung pusing dan bingung jadinya... wah, telat lagi, telat lagi... dan semua yang kita rencanakan kemarin2 itu jadinya kelupaan... bangun tergesa-gesa... tidak tau mau mengerjakan apa, atau malah tergesa-gesa harus mengerjakan sesuatu karena sudah telat..? di tambah banyak lagi permasalahan-permasalahan lainnya....
bagaimana menurut anda yang sering bangun siang?

walaupun seperti itu yang saya tulis diatas, tapi sampai sekarang... keteraturan untuk bangun lebih pagi ternyata belum juga bisa saya lakukan... soalnya tidurnya selaylau telat juga.... tapi dimana ada niat, di situ jalan terbuka lebar.... mudah2an selanjutnya saya bisa mengatur untuk ba.ngun lebih pagi...

bwt para pembaca (klo sempat mampir di blog ini) maaf ya, soalnya karang mengarang ini baru di coba2... makanya subjek predikat objek atw EYDnya "sangat" berantakan... btw, terserah gw kan.... hehehe... soalnya blog punya gw, tulisan punya gw, dan yang baca, mungkin cuma gw doang.. hehehe...

btw, SALAM "BANGUN LEBIH PAGI"
Makassar, 16 Januari 2010, jam 6.30 - 7.12

satu dan seterusnya (1-5)

sehabis membaca sebuah blog.... koq rasanya tangan ingin menulis apa saja yang ada dalam benak saat ini... memang, untuk urusan tulis menulis, saya merasa bahwa saya tak bisa menulis apalagi yang namanya karang mengarang...
namun sayangnya, tangan saya teramat lincah bermain dengan keybord, dengan kemampuan sepuluh jari yang (termasuk sangat) baik... ***mungkin karena pekerjaan harian saya adalah juragan jasa pengetikan***

(saya berhenti disini, sebab saya bingung tadi mau nulis apa ya?)

ok... judulnya saya kasi saja, "KEBINGUNGAN dan PERJALANAN"

1.
setelah tidur dari jam 08.30 pagi sampai 05.00 sore, oia, tadi Bokap ma Nyokap mampir shalat jum'at, dan pas Jumatan, saya akhirnya dapat Khotbah bukannya dari khatib tapi dari Nyokap (gara2 tidur, dan tidak pergi jumatan.

2.
sedikit catatan, saya tidur sangat lelap di samping kesibukan adik-adik saya (baca: krux renswa) yang melayani customer... artinya, saya tidur di tempat kerja.. (dan customer liat loh..) akh kejadian2 seperti ini, sepertinya sudah sangat sering dan seakan-akan biasa2 saja, padahal itu TIDAK BERETIKA seh.... dan itu saya sadari... tapi koq sampe hari ini, belum bisa saya rubah...

3.
tambahan dari sedikit catatan, selama ini (hampir 2 tahun) saya memang tinggal di tempat usaha (rental komputer dan jasa pengetikan). dan astaga, koq bisa2nya saya membiarkan hidup saya tampil begitu berantakan di hadapan semua customer saya.. (pakaian, piring, gelas, buku2, dan barang2 sana-sini) vulgar terlihat semua customer...
sebenarnya saya
lagi nyari kost2an neh yg dekat-dekat sini.... demi memperbaiki (sebut saja : RENSWA)

4.
pas magrib, salah seorang adik saya (Helmy, Red) kusuruh memanggil temannya, (Ardi, RED)untuk bergabung dengan RENSWA. trus abiz itu, (Rahma)saya sms juga untuk datang ke Renswa, soalnya kemarin, doi datang, dan minta bergabung. pas 7.30 malam. smuanya sudah di datang, lalu saya mulai menjelaskan....
begini kata2 saya....
"Rental pengetikan ini lagi mau buat formasi tim untuk bekerja dari jam 03.00 sore sampai 10.30 malam, kebetulan Helmy katanya ada teman, trus kemarin Rahma juga sempat datang, maka saya panggil teman2, siapa tau tidak keberatan untuk bergabung dengan kami...
dan formasi tim itu, sudah ada Mila (yg sudah lama bekerja, sebagai kasir), dan Ikmal *yg juga baru bergabung seminggu yang lalu* di tambah kalian... nah, kalian bekerja mulai besok... brarti pertengahan bulan... dan sebelum bekerja, saya akan menjelaskan beberapa prosedur, serta melatih teman2 bagaimana cara kerjanya, dan itu kita mulai besok, jam 03.oo sore"

5.
entahlah...
saya menulis ini, mungkin dalam keadaan rada goblok... tapi biarkan saya belajar menulis.... soalnya sudah ada blog yang siap menampung apapun yang saya tulis... ia, apapun yang saya tulis, dan saya posting.... so..... seberantakan apapun itu, tetap saja saya posting.....
dan maaf para pembaca (kalo memang ada yang mampir ke blog ini, wkkkkk)....
untuk no. 6 dan seterusnya... lain kali saja ya....

Puisi untuk Ia...

Ia... perempuan berwajah puisi

dari senyumnya,
air mata itu menetes pelan-pelan..
bersama diamnya yang tak berkesudahan...
demi sang laki-laki yang Ia sayangi...

namun air matanya entah berwarna apa..
isaknya entah berwangi apa...
berasa apa?

dan.....
Ia adalah lirik yang mana?
Ia adalah nada yang mana?
simfoni yang mana?

dan...
keikhlasan apa?

tapi sungguh...
tulus kusimpan kecupku di keningnya..
demi puisi yang ia puisikan lagi..

Pagi Ini, Itu Menjadi Trauma...!!!

Camar-camar itu mulai tertawa manis..
instrument pagi pun hadir
tersenyum sangat indah...

selepas badai fatamorgana tadi malam...
selepas malam yang terlalu pekat…
dan jahat...

sepertinya kedinginan yang semalam selimuti smuanya...
juga membekukan semuanya…
sepertinya juga mulai retas...
pasti…
sedikit demi sedikit..

tapi kenapa,
aku dan jiwaku malah kembali kalap...???

mungkin sebab semalam aku lihat...
di mataku engkau begitu garang…
mengajakku hampa

dan aku rasa...
sangat perih…
lalu pagi ini, itu menjadi trauma…

memang, ternyata pagi ini tak secerah itu..
hujan gerimis malah datang seperti air mata basahi hati lelahku

tapi bukankah ada pelangi setelah ini..??
ataukah pelangi itu hanyalah ilusi..??

entahlah… sebab akupun malas untuk berhenti mencari
cinta yang sengaja pernah kuhapus…

Yang Kini Mengadu...!!!

Ditulis di Makassar
tgl 26 Oktober 2009

pada yang menemaninya di penghujung jarak...
pada yang menghempas di segala resapan nilai...
juga pada yang turut menandai sebuah hasrat yang hampir lampus...

Hei kau yang berlari...
yang sengaja memenjara kekerdilanmu pada sauna kepedihan...

bukalah jiwamu.. lalu LIHAT...!!!
begitu luas dan dalam oase air mata yg telah kau cipta di kemarin lusa...

bahkan disitu... kerap ada warni yang tak lagi di kenali musim...

Disitu...
ada aku yang berdiri sangat sayu...
entah mematung... atau berpasrah..

sungguh...
kurindu belai sayangmu dindaku...

Rindu itu adalah Tondong Kura

pada Tondong Kura....
ada sebuah rindu ditujukan...

tentang tanah tempat dulu ia dibesarkan

di tanah bertuah itu..
setiap waktu ia habiskan disitu
berlari riang bersama sahabat2 tercintanya
bersama indah masa kecilnya

tentang Kadieng juga Madidi
jernih deras air sungainya..
tersusun rapi batu dan kerikilnya...

tempat seorang anak kecil belajar berenang,
merenangi keremajaan..

tentang sawah-sawah yang siap ditanami padi itu..
ia disana...
bermain bersama air...
tertawa bersama lumpur...

ikan-ikan emas itu,
juga adalah temannya
tepat depan air mancur segitiga jantung desa itu...

tepat depan rumah kakekku...

Ah... rumah kakekku....
kini hanya sebuah gubuk yg dihuni kenangan terindah.
kenangan tentang "Puang Betta"
yang memperpahamkan padaku bahwa kehidupan adalah ketulusan
adalah kejujuran
pengabdian
juga serentetan kepahlawanan...

Tapi kini...
kenapa ?
indah peta masa kecil itu
tergadai beribu kepentingan jiwa-jiwa penghunimu...
sepertinya mengabur
oleh feodalisme yang sepatutnya sudah runtuh...


dan mengapa perkasa rimbamu
malah dihempas dollar demi dollar kebengisan.

mengapa wajahmu tertunduk saat kubertanya???
tak kau lihatkah, leleh demi leleh air mataku mulai tertetes sedih karenamu?

tak kau lihatkah betapa kurindukan setiap ikhlasmu,
setiap ramahmu,
setiap nyanyian-nyanyian cintamu...

iya...
kubawa rintik-rintik rinduku,
kuhantarkan kembali,
mengaji alif batasa,
di penghujung senja kelak...
bersamamu... di pangkuanmu...

DEMI MATAHARI

Cintaku padamu seputih salju
Sebesar kala ia menggunung
Namun rela leleh lalu memusnah
Kala matahari kesadaranmu akhirnya menjemputmu
Cintaku padamu juga sebening embun pagi
Sejernih kala ia tertetes namun ikhlas menguap dan menghilang
Kala matahari hatimu kkhirnya menguapkannya

Cintaku padamu lebih indah dari pelangi selepas hujan
Jauh lebih bersahaja dari seluruh sketsa warna-warninya
Namun rela memudar
Demi matahari yang akhirnya bersinar cerah menyertai perjalanan hidupmu

Cintaku padamu segemerlap gemintang
Banyak bertaburan hingga kau tak mampu membilangnya
Namun ikhlas setulus-tulusnya tergantikan
Oleh sejuta matahari pengharapanmu

Sayangku padamu seteduh purnama
Juga sebulat janjinya untuk melepas sinarnya
Untuk matahari jiwamu